Apa Iya Kita Mahasiswa ? – Ruwajurai.com

Apa sih itu Mahasiswa? Mahasiswa merupakan hanya sebutan akademis untuk siswa atau murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa proses pembelajaran. Sedangkan secara harfiyah mahasiswa terdiri dari dua kata, yaitu Maha dan Siswa : Maha mempunyai arti Tinggi dan Siswa mempunyai arti Subjek Pembelajar. Jadi dapat di artikan bahwa Mahasiswa adalah seorang pelajar yang sedang menimbah ilmu di perguruan tinggi atau universitas. Mahasiswa merupakan Agen Perubahan (Agent Of Change), Iron Stock dan Sosial Control, tidak dapat dipungkiri oleh sejarah bahwa cerita tentang bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan kondisi bangsa dan negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi. Di Indonesia pun tidak terlepas dari gerakkan reformasi, menumbangkan rezim Soeharto siapakah yang memegang kendali? Tentu saja mahasiswa. Mahasiswa adalah kaum terpelajar, kaum intelektual, kaum yang bisa dibilang memiliki intelegensi diatas rata-rata, sehingga memberikan kontribusi positif demi perubahan dan kemajuan ditengah masyarakat.

Menjadi Mahasiswa di kota besar menjadi impian semua orang, memiliki teman-teman yang suka bermain ke klabing, memakai obat-obatan, sex bebas apakah semua itu merupakan Identitas Mahasiswa hari ini? Bukankah mahasiswa adalah Agen Perubahan dan Agen Kontrol. Melihat mahasiswa di zaman ini, seakan bertolak belakang dengan status mereka sebagai mahasiswa, masih banyak persoalan Kemiskinan, Korupsi, dan Kebodohan yang terjadi sekarang, apakah semua itu harus dibiarkan begitu saja? Apakah semua itu bukan tanggung jawab seorang Mahasiswa? Ataukah hanya tanggung jawab Pemerintah saja?

Lain dulu lain sekarang, mahasiswa dulu berani bersumpah dan membela tanah air, mahasiswa hari ini lupa akan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa sebagaimana yang tercantum dalam Tri Drama Perguruan Tinggi. Boro-boro menjadi aktor perubahan, melek keadaan sekitar pun tidak bisa! Bisa dibilang, mahasiswa telah berubah wujud menjadi sosok Autis Non Kontribusi Positif demi perubahan dan kemajuan di tengah masyarakat. Mahasiswa zaman ini seakan hilang identitasnya sebagai mahasiswa.

Mahasiswa punya tanggung jawab yang jauh begitu besar dari pada anak-anak muda yang lain. Di Indonesia banyak jutaan anak masuk Sekolah Dasar (SD) tapi hanya ratusan ribu yang bisa kuliah dan itu artinya Mahasiswa berbeda dengan yang lain. Mahasiswa adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan untuk menggembangkan diri untuk maju meraih masa depan bukan untuk diri sendiri tapi untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Karena itu sebagai mahasiswa jangan hanya belajar didalam ruangan kuliah saja, akan tetapi belajarlah dalam ruangan maupun luar ruangan. Mahasiswa yang hanya belajar di dalam ruangan saja akan masuk dalam rombongan orang-orang yang merugi, karena diujung masa kuliahnya hanya keluar membawa selembar kertas bertuliskan Transkip atau selembar kertas Ijazah. Masa Depan tidak bisa dibuat dan dibangun hanya dengan selembar kertas itu, mahasiswa harus menjadi manusia baru lebih dari sekedar peneliti, lebih dari sekedar pengajar tapi mahasiswa harus menjadi seorang Pelopor Perubahan. Jadilah Mahasiswa yang kata-katanya, Langkahnya dapat membuat Perubahan. Sudah seharusnya Mulai dari sekarang Mahasiswa Harus banyak belajar tentang Identititas diri sebagai Mahasiswa Berintelektual bukan hanya sebagai Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang).

Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) berpendapat bahwa hidup pasca kuliah itu seperti belajar berenang, anda punya pilihan mau belajar berenang saat sudah sampe dilaut atau mau belajar di kolam berenang. Kalau di kolom berenang kedalamnya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya terukur dan disanalah anda belajar berenang, Ataukah anda langsung terjun kelaut dan belajar berenang? Resikonya agak lebih besar belajar berenang di lautan, ketimbang anda belajar berenang di kolam berenang resiko jauh lebih terkontrol. Belajar berenang, belajar memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika saat kuliah.

Sebagai seorang mahasiswa, berprestasi dibidang akademik sudah menjadi sebuah kewajiban. Tugas dan kewajiban sebagai seorang mahasiswa adalah belajar! Tapi apakah cukup dengan belajar saja? Selain datang ke kampus menimba ilmu, alangkah baiknya kalau seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan dibidang  Non Akademik, salah satunya dengan aktif di beberapa organisasi kampus, seperti BEM (Badan Eksekuti Mahasiswa), SENAT Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau bergabung disalah satu Organisasi Ekstra Kampus seperti HMI, GMNI, PMII, PMKRI dan GMKI.

Bergabung disalah satu Organisasi Intra Kampus atau Eksra Kampus banyak memberikan manfaat, karna bergabung dalam organisasi Intra kampus atau Ekstra kampus bukan hanya semata-mata cuma menjadi mahasiswa eksis. Akan tetapi banyak manfaat yang dapat diberikan seperti: Melatih Leardership Skill, Menyalurkan Hobi dan Minat, Networking atau Memperluas Jaringan, Belajar Manajemen Waktu, Menambah Wawasan, Problem Solving dan Manajeman Konflik, Membentuk Pola Pikir Yang Baik dan Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi. Pengalaman menjadi seorang mahasiswa yang berorganisasi, bisa menjadi bekal ketika akan bersaing pada dunia kerja dan dapat menjadi nilai yang plus jika dibandingkan dengan mahasiswa yang aktif dalam aktivitas perkuliahan saja.

Kembalikan Identitas Mahasiswa sebagai Agen Perubahan, Iron Stock dan Agen Sosial Kontrol yang selalu aktif dan mendukung perubahan dan kemajuan bangsa, janganlah menjadi mahasiswa yang selalu apatis, mahasiswa yang selalu masa bodoh dengan kemajuan dan perubahan bangsa. Lihatlah nanti ketika mereka-mereka yang banyak bisa membuat kontribusi buat masyarakat, mereka yang bisa berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan merupakan mahasiswa-mahasiswa yang pada masa kuliahnya tidak hanya menghabiskan waktu belajarnya di dalam ruangan tetapi juga belajar di luar ruangan.

“Kampus Adalah Ladang Perjuangan,

Temukan Jati Dirimu Dengan Berorganisasi

 

 

Penulis : Cak Yus