Badak Taman Ujung Kulon Jadi Google Doodle

Ruwajurai.com – Diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia oleh Unesco, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia. Lalu kenapa gambar badak yang dipilih? Taman Nasional Ujung Kulon adalah rumah bagi para hewan-hewan yang sudah langka, seperti Owa Jawa, Anjing Hutan, dan termasuk di dalamnya adalah Badak Jawa.

Halaman utama Google, Minggu, 26 Februari 2017 berubah wajah. Hari ini pada halaman utamanya Google menampilkan gambar dua ekor badak bercula. Lalu apa arti dari gambar tersebut? Doodle dengan gambar dua ekor badak tengah asyik berendam itu dimaksudkan untuk merayakan hari ulang tahun ke 25 Taman Ujung Kulon.

Keberadaan Badak Jawa memang sudah sangat sedikit, setidaknya hanya ada 50 atau 60 badak yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di Tatar Pasundan bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Dilansir dari situs resminya Ujungkulon.org, kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis.

Taman Ujung Kulon sempat mengalami kehancuran karena letusan dahsyat Gunung Krakatau yang terjadi pada 1883. Tak hanya pemukiman penduduk, letusan gunung yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi 15 meter itu pun membuat banyak sekali hewan dan tumbuhan mati, termasuk dengan Badak Jawa yang kini jumlahnya semakin langka.