Cerpen : Hongkong With The Rain Part 2 ( Penulis : Ell El )

Aku berjalan menuju apartemen majikanku. Gedung gedung tinggi yang menjulang tampak angkuh menatapku yang rapuh. Kuhirup udara malam yang dingin. Aku memang tinggal disini, di Ma on shan sebuah kota kecil dipojok kulon Hong kong yang tak begitu jauh dari Macau. Jika kau berkunjung kesini, kau akan menempuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari airport dengan mengendarai bus kota yang selalu penuh penumpang.

Beberapa hari ini majikanku sedang berada di Usa. Aku memang bekerja pada keluarga blasteran antara Cina dan Usa, sejak 3Tahun yang lalu, sebelumnya aku pernah mengais rezeqi di Singapura 2 tahun lamanya. Sebelum akhirnya aku memilih negara ini untuk menhabiskan masa lajangku. Jadi beberapa hari ini aku free, tak terlalu banyak pekerjaan yang harus aku lakoni. ** Malam semakin merangkak. Lengkung sabit tampak muncul malu malu dibalik awan kelabu. Mataku masih belum mau kuajak tidur. Hatiku gelisah memikirkan pertemuanku dengan Han tadi. Kau tega Han, mengobrak abrik kembali hati yang telah tertata rapi! untuk apa kau mengabariku lagi? jika hanya untuk melihatmu pergi !! aku terus bermonolog dengan hati. Jam sudah menunjukkan pukul 2dini hari.

Rasa kantuk yang kutunggu belum juga datang. Ada apa dengan diri ini? memang sulit menghapus kenangan, apalagi tentang seseorang yang menawan hati kita selama dua tahun lamanya dan harus terpisah karena ego orang tua. Bahkan sejak perpisahanku dengannya sudah memasuki tahun ke lima tapi tak pernah sekalipun aku menjalin hubungan dengan pria selain dirinya. Inikah cinta? entahlah, hanya Tuhan yang tahu semuanya. *** Pagi tampak berkabut. Udara dingin terasa merasuk, dengan jaket tebal dan sehelai syal yang membalut leher, aku keluar menikmati libur tahun baru. Bulan bulan ini aku memang sering libur.

Inilah salah satu enaknya jika kau kerja dihongkong,kau akan slalu mendapat libur ditiap tiap public holiday tanpa gajimu terpotong sedikitpun. Meski terkadang hal ini akan membuat dompetmu mengempis. Suasana taman Ma on shan belum begitu ramai, hanya segerombolan pekerja asal Piliphina tampak bermain gitar dengan menyanyikan lagu lagu khas tahun baru. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang tampak lucu. Brrttt! handphoneku berbunyi.

Sebuah pesan Bbm masuk, dari bang Joy, abang sulungku Joy_Erlangga “ping !” Ell_27 “apa bang?” Joy_Erlangga “kapan kau pulang?bukankah kontrakmu sudah habis beberapa bulan lalu?” Ell_27 “tak tau bang,,kenapa?” Joy_Erlangga “pulanglah,umurmu sudah 25, sudah saatnya berumah tangga”. Aku mendengus kesal membaca pesan bang Joy.Memang kalau 25 kenapa?diluar sana juga banyak yang menjadi perawan tua,gerutuku.

Namun entah kenapa pertanyaan itu mengusik hatiku. Iya ya, kapan aku pulang? tiap bulan menabung, tak pernah menghambur hamburkan uang untuk sesuatu yang tak penting, dan kurasa sudah lebih dari cukup untuk memulai hidup baru dikampung. Tapi, entah kenapa keinginan itu hanyalah sebuah kenangan, tak pernah terealisasi. Tak ada alasan yang membuatku ingin pulang, terlebih sejak Han mengatakan akan menikah bulan depan, semakin membuatku ingin menjauh dari setiap kenangan. Suatu saat nanti aku pasti pulang, ketika kutemukan seorang pangeran berkuda menjemputku.

Ya, suatu saat nanti entah kapan,biarkan aku disini dulu,menikmati hidup bersama orang orang asing, menguburkan cerita cerita lama tentang cinta yang tak pernah menyatu. Biarlah aku disini,menjalani hari, menata hati, sambil mengabadikan cerita tentangnya dalam setiap goresan, lalu menikmatinya kembali dalam balutan rindu.

 

Penulis : Ell El