Cinta Tak Harus Memiliki – Ruwajurai.com

Terik matahari menyengat tubuh, membuat kulit bertambah hitam.

Sarinah seorang gadis desa pecinta mie apapun jenis mie pasti ia suka, saking cintanya pada mie, dia rela menjelajahi seluruh kampung di Trenggalek

Sarinah bukan hanya pecinta Mie tapi dia juga pecinta Somay. Meskipun cintanya pada Somay tidak sebesar cintanya pada mie, tapi dia rela berdesak-desakkan.

Panas matahari tidak membuat Sarinah menyerah untuk mendapatkan apa yang di inginkan, meskipun harus bertengkar dengan nenek-nenek sekalipun dia ijabahi.

Sekardus mie telah berada di tangan Sarinah tapi tiba-tiba seorang nenek merebut mie yang berada di tangan Sarinah. Melihat itu semua gadis itu berang.

“Nek, itu mie ku, kenapa direbut?!
“Mie mu, lah ini sudah aku bayar duluan kok, jadi mie ini punyaku.”
“Gak bisa gitu dong Nek, mie itu sudah di tanganku”
“Dasar anak geblek, harusnya yang muda itu ngalah!”
“Gak bisa begitu dong Nek, enak aja ngalah, kembalikan,” Sarinah merebut mie itu dari tangan si nenek.

Kalian tahu kan beratnya mie satu kardus apalagi yang bawa nenek-nenek. Karena direbut secara kasar nenek pun terjatuh dan menangis layaknya anak kecil yang minta premen.

Ibu-ibu yang dari tadi melihat, pun geram akan kelakuan Sarinah

“Kamu itu sudah gila ya nduk!” Hina seorang ibu kepada Sarinah.
“Iya nih, gak kasian sama nenek-nenek, harusnya yang muda itu ngalah sama yang lebih tua.” Ucap ibu yang lain
“Gak pernah diajarin sopan santun kali, sama ibu bapaknya,” ibu yang lainnya pun menimpali

Karena meresa dikeroyok sama ibu-ibu yang membela si nenek, akhirnya dengan terpaksa Sarinah memberikan mie itu dengan cuma-cuma, padahal si nenek belum bayar sama sekali.

Anggap saja itu rejekinya si nenek namanya aja nenek-nenek pasti ada aja ulahnya.

Di sepanjang jalan Sarinah bersedih, untuk mengobati rasa sedihnya, dia pun bernyanyi.

Nasib oh ya nasib mengapa begini
Baru saja ku miliki sudah tiada lagi
Dia telah pergi
Oh betapa malangnya nasibku ini.
Ingin rasanya ku teriak, cintaku bertepuk sebelah kaki.

Dengan menangis sesenggukan, air matanya menetes, tak tertinggal inguspun keluar dari lubang hidung yang mungil.

Mungkin mie itu bukanlah jodoh yang terbaik untuk Sarinah dan dia harus rela tidak makan mie untuk beberapa bulan kemudian.
******
Sore itu tukang somay sudah mangkal di tempat biasa, dengan gembira Sarinah berlari-lari menghampiri tukang somay, dia pun rela antri berjam-jam untuk satu bungkus somay.

“Mas, somay lima ribu.”
“Maaf, somaynya habis, ini tinggal pesanan mbak.”jawab tukang somay

Sarinah pergi dengan tangan kosong
Hatinya kembali hancur, saking hancurnya sarinah menangis sesenggukan sambil jungkir balik di tanah yang berlumpur.

Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada kehilangan dua makanan yang dicintainya, dan itu membuat Sarinah menjadi orang yang setengah gila.

Setiap kali gagal berburu mie dan somay sarinah selalu menyanyi sepanjang jalan dan menangis sesenggukan sambil jungkir balik di selokan.

Lama-kelamaan Sarinah meresa sangat lelah, oleh cinta yang tidak pernah bisa dia miliki.

Penulis : Nurun Nasihah (Nuna)