Coretan Masa Lalu ( Ell El )

Baru saja aku hendak mengambil wudhu, ketika tak sengaja kulihat gambar kupu-kupu hitam hinggap manis didekat bahu. Lewat kaca kamar mandi terlihat jelas sang kupu melirik sinis padaku. Sebuah kisah dari masa silam kembali mengoyak ingatan. Beberapa lukisan hewan bertengger di anggota badan seakan menambah kuat ingatan akan sebuah kenangan.

Hari ini selasa yang nelangsa. Hujan turun tanpa terkira. Mendung tampak bergelayut, enggan pergi meski hujan telah berhenti. Kupandangi sebuah potret kusam. Sosok flamboyan tersenyum menawan. Mengingatkan dengan beberapa gigil yang menghanyutkan. Rindu ini seakan bertumpuk, beranak-pinak lalu membuncah tertahan.

Aku ingat hari itu, saat puntung terakhirmu kau bakar. Kau bercerita tentang sebuah awan yang berarak membentuk hujan. Betapa dia ingin menjatuhkan rintik-rintiknya yang tertahan. Tapi berkali-kali angin datang mengacaukan. Dan aku yang masih setia mendengar kisahmu sambil menelan beberapa ekstasi yang kau berikan.

Apa kabarmu Han? Kudengar kau akan menikah bulan depan. Kau pasti bahagia, kulihat calon istrimu seorang gadis yang rupawan. Berhijab tertutup dengan senyum menawan, persis seperti wanita impian yang selalu kau ceritakan. Aku turut bahagia, meski aku tak berjanji akan datang ketika kau naik ke pelaminan.
Dan aku juga ingat, beberapa malam yang menghanyutkan. Saat kesaktianmu membungkam mulutku menahan debar yang memabukkan. Aku hanya seorang sahabat bagimu kan? pantaskah aku keberatan dengan pernikahanmu dengan seorang wanita yang kau inginkan?. Aku menggeleng lemah. Meski terlalu banyak hal yang telah kita lakukan. Tapi kita tak pernah beranjak dari garis itukan? hanya seorang sahabat. Seorang sahabat!.

Han, lukisan kupu-kupu di dada dan pundak kanan ini mengingatkan. Tanganmu yang kekar pernah membawaku terbang. Aku yang telah sukarela melepaskan keperawanan. Saat malam minggu kita pesta sabu-sabu. Hari itu aku tak begitu memikirkan akan sebuah kebodohan. Bahkan aku tak peduli jika kau akan meninggalkanku dalam keadaan jalang.

Pertengkaran kedua orang tuaku yang memuakkan. Juga darah berleleran disekujur tubuh mama saat pertengkaran hebat itu terjadi membuatku tak lagi memikirkan masa depan. Hidupku serasa kosong, tak ada lagi harapan akan sebuah keindahan. Dan kau satu-satunya manusia yang datang. Mengenalkan padaku berbagai cara melupakan kesedihan.

Han, rindu ini seharusnya tak boleh terjadi. Cukuplah kunikmati seorang diri bersama segenggam ekstasi. Harusnya aku tak begitu berharap padamu yang jelas-jelas hanya menganggapku sebagai teman. Tapi entahlah, kau seperti candu yang ingin kukenang selalu.

Kau tau Han? semenjak kau bercerita tentang dia yang berhijab menawan. Seketika itu juga aku buru-buru ke toko memborong berbagai model gamis-gamis panjang. Dan kau ingat saat kau menertawakanku mengenakan sebuah gamis yang kedororan. Sesungguhnya aku ingin menangis saat itu, tapi aku berusaha menahan.

**

Han, benda itu sudah lama tak kujamah. Sebenarnya hatiku sudah gerah. Ingin menelanya lalu merasakan khayalan yang menggugah. Aku baru saja melempar hijabku ke tempat sampah. Rasanya sakit itu meluluhkan persendianku yang seakan tiba-tiba kram. Untuk apa kau memintaku berubah Han? jika kau hanya ingin melihatku sama seperti dewimu yang menawan. Itu menyakitkan !.

Han, dipojok kamar lembab ini aku terus berkhayal. Dengan keadaan setengah sakau kuterus menceracau. Masih terdengar jelas tetes hujan terjatuh saat kita bergumul dikolong kumuh. Juga bau-bau amis bercampur pejuh. Seakan membuatku liar ingin kembali merengkuh. Harusnya aku tak sesedih ini Han. Hingga kembali ke lorong hitam yang menyeramkan.

Aku tau Han, sebagai seorang sahabat yang baik tak seharusnya aku menyesalkan pernikahan kalian. Seandainya hari itu aku menyadari akan rasa ini, mungkin hari itu telah kuungkapkan. Tapi sayang, rasa ini terlambat untuk kusadari. Aku baru mengetahuinya saat kau mengatakan ingin melamar dia yang menawan. Ini memang salahku, bodohnya aku ini! Seharusnya rasa ini tak perlu kusimpan. Hingga terlambat dan menyakitkan.

Ell El

Penulis : Ell El