Dari Kader Untuk Hmi ( Selamat Milad HmI Ke 70 Tahun )

Entah kenapa, jari-jari ini tidak selincah biasanya, irama ketikan tiap tombol dilaptop inipun tidak secepat biasanya. Kucoba menelusuri pikiran sendiri lebih jauh, berusaha menemukan diksi yang pas untuk mengutarakan kegusaran hati ini sebagai kader umat dan kader bangsa. Semoga, tiap redaksi ini tidak menyinggung hati para pemangku kepentingan di Himpunan, Tidak sedikitpun terbesit niat dibenak ini untuk menggurui apalagi untuk mendikte. Sungguh ilmu ini masih terlalu minim untuk sampai ketahap itu. Namun apapun redaksinya, aku hanya berharap, semoga apa yang tertuang ditulisan ini tersampaikan kepada kakanda, ayunda, dan para adinda sekalian. Pada akhirnya, dengan menjadi manusia yang merdeka, kumulai tulisan ini dengan nama Allah tuhan seru sekalian alam. Bismillahirrohmanirrohim.

Kanda, alhamdulillah akhirnya aku bisa sama seperti kader lainnya. Dapat Mengawal perkaderan, dan menjalankan roda organisasi di Himpunan ini disela-selah waktu kuliah yang kumiliki. Dalam perjalananku yang masih seumur jagung dihimpunan ini, aku  mempelajari sepak terjang Himpunan ini dari waktu kewaktu, sejarah berdirinya Himpunan ini, hingga alasan dan tujuan berdirinya organisasi ini. hingga aku sampai pada kesimpulan, bahwa organisasi ini adalah organisasi para intelektual-intelektual muslim yang dari waktu-kewaktu selalu berada digarda terdepan dalam menjawab persoalan-persoalan umat dan bangsa. Alhasil, perkaderan kita selalu didesain menuju kearah tersebut.

Namun kanda, dewasa ini tantangan yang aku rasakan sangat jauh berbeda dari apa yang kubaca dalam buku-buku sejarah HMI. Tantangan kita bukan hanya menghadapi penjajah lagi, bukan pula untuk mengisi jargon revolusi dimasa Bung Karno. Tetapi tantangan kita saat ini adalah mengisi pembangunan ditengah arus globaliasi yang begitu kencangnya dan dapat berubah setiap saat. Tetapi perkaderan kita masih lagi sama seperti saat tantangan-tantangan sebelumnya.

Akhirnya kita lebih banyak melahirkan politikus-politikus bangsa. Memang itu tidak salah, tetapi pembangunan bukan hanya bicara persoalan politik saja, kita perlu pembangunan disemua lini kehidupan, seperti ekonomi, infrastruktur, SDM, hingga teknologi. Kita perlu melahirkan pemimpin-pemimpin yang ahli dalam lini-lini tersebut. Olehnya itu, kita perlu mendesain polah-polah perkaderan kita lebih baik lagi, yang bisa sesuai untuk menjawab tantangan zaman. Jangankan organisasi, agama dan peradaban sekalipun akan hilang ditelan waktu jika tidak bisa menyesuaikan dengan tantangan zaman.

Ayunda, kita tidak bisa memungkiri, jumlah kaum Hawa lebih banyak dibanding kaum Adam. dimanapun ajaran Islam ditegakkan, disitu perempuan menjadi manusia terhormat sebagaimana kaum laki-laki dan hak-haknya menjadi terpenuhi. Olehnya itu peranan perempuan akan sangat berperan penting dalam memajukan umat dan bangsa. Ayunda, HMI memiliki Korps Alumni Wati (Kohati). Sudah semestinya peranannya lebih dimaksimalkan. Kita perlu melahirkan perempuan-perempuan tangguh secara secara intelektual dan keimanan untuk membangun umat dan bangsa. Dahulu, ketika kaum perempuan berada dalam kebodohan, muncul sosok Kartini sebagai perempuan yang cerdas yang namanya saat ini selalu diperingati.

Sekarang para kaum perempuan bebas mendapatkan pendidikan bahkan sampai sarjana SI sekalipun. Tetapi ada satu hal yang perlu diketahui, tantangan perempuan-perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan pada zaman kartini dan tantangan perempuan-perempuan sarjana tingkat S1 kurang lebih saat ini. Kita butuh perempuan-perempuan yang tidak hanya sekedar Sarjana SI tetapi lebih dari itu. Kita butuh kartini-kartini yang mengenyam pendidikan master hingga doktor. Kader-kader Kohati harus menyadari pentingnya hal tersebut.

Adinda, menjadi muslim yang intelektual adalah keharusan buat kita. Dengan itu semua kita bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang dapat menyelesaikan problematika umat dan bangsa. Berkaderlah dengan sungguh-sungguh dihimpunan ini. Teruslah mengasah keilmuan. Kualitas merupakan hal yang mutlak bagi kita. Insha Allah,  gerak dan langkah kita senantiasa dalam ridhoNYA. Amiin amiin ya rabbal alamiin.

Penulis : Hasran