Esma Akin, Mahasiswi Asal Turki Jadi Lulusan Tercepat di UNNES

eEsma Akin (24) Mahasiswi Asal Turki kelahiran Januari 1992 di kampus Universitas Negeri Semarang Esma menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 .

Esma mengaku senang bertemu teman serta guru yang dinilai hebat di Indonesia. Esma pun tak sungkan memuji sebagian dosen pembimbingnya yang merupakan lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Di kampus Universitas Negeri Semarang Esma mengambil studi Bahasa Arab, Salah satu karyanya selama kuliah adalah menyusun kamus berbahasa Arab-Turki.

Dari pembimbingnya itu, Esma akhirnya mengembangkan kamus Arab-Turki. Menurut dia, kamus yang ada di negaranya tidak optimal karena bentuk bukunya yang tebal sehingga susah dibawa ke mana saja.

Dia pun akhirnya menyusun kosakata kamus selama lima bulan. Dia lalu mendata kosakata Arab lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Dalam setiap terjemahan itu, Esma menyertakan contoh kalimat.

“Jadi, itu yang membedakan dengan kamus lainnya. Kalau ada contohnya orang bisa lebih paham cara memaknai kosa kata,” ucapnya.

Esma pun mengaku akan terus mengembangkan kamus buatannya ini seusai kembali ke tempat asalnya di Turki. Jika nanti mengajar, kamusnya yang akan dibagikan ke semua murid-muridnya kelak.

Jauh sebelum kuliah, Esma ternyata membulatkan tekad untuk belajar agama di Indonesia. Negara ini dipandang sebagai representasi negara muslim terbesar di dunia.

“Saya juga ingin jadi guru. Guru itu keren. Kalau jadi guru, saya bisa bekerja, bisa jadi ibu, bisa jadi apa saja,” kata Esma seusai diwisuda di kampusnya.