Hongkong with the rain part 4

Besok adalah pernikahan Han, aku sudah memutuskan tak ingin pulang.
Meski, kontrak kerjaku sudah habis dan majikan mengijinkan jika ingin pulang.
Biarlah, aku menjadi pecundang. Bersembunyi disini,.mengobati luka hati.

Hpku berbunyi, terdengar nada lagu “butiran debu” dari sakuku. Nomer Han! ada apalagi?

“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, Ell” aku benar benar benci suaranya, aku membencinya karen terlalu dalam memendam cinta.

“Ada apa?”

“Bagaimana? apa besok kau jadi datang?” tanya Han diseberang sana,
tega kau Han! bagaimana mungkin aku sanggup melihatmu bersanding dengan wanita lain,
bagaimana aku bisa kembali menata hati?
bagaimana mungkin!

“Maaf, Han, aku tak bisa” jawabku, berusaha menahan sendu.

“kenapa, Ell? kau membenciku?”
“Tidak! aku hanya tak ingin merusak pernikahanmu besok, semoga kau bahagia ya!”

klak! kututup telfonku dengan segera! kubanting hp di meja keramik itu. tampak sudut sudut LCD hpku retak, membentuk sudut sudut tak beraturan! sama seperti hatiku!

***
Entah, kenapa hatiku begitu ingin tahu, bagaimana sosok istri Han. Kubuka wall facebooknya, tampak mereka memposting foto foto pernikahannya. Seorang bertubuh ramping, dengan kulit sawo matang tampak duduk manis dikursi pelaminan, bersama Han!.
Sekali lagi kutekan dadaku, rasa sakit itu semakin terasa, kembali dan lagi lagi.

**

Aku seperti orang gila akhir akhir ini, sering duduk terdiam, melamun, sampai sampai sering tak memdengar ketika majikanku menyuruh melakukakn sesuatu hal.
Nelangsa hati ini,
sakit semakin terasa.
Seperti inikah cinta?
tak harus memiliki meski kenyataanya sangat menyakitkan hati.

Mungkin tiba saatnya aku harus melepasmu cinta, cinta yang slama ini kugenggam.
Sekali lagi aku berdoa,
Han…semoga engkau bahagia!dan untukmu…ukhty yang tak aku kenal, semoga kau menjadi istri yang baik bagi Han yang pernah aku sayang.

Ell El

Ell El