Karakter Yang Tidak Boleh Hilang dari Anak Bangsa

Semua anak bangsa mungkin tahu, mereka telah diwariskan oleh tuhannya, para leluhurnya, dan para orang tuanya kekayaan alam yang melimpah ruah. Dari dasar lautan hingga kepuncak gunung, dari lapisan tanah terdalam hingga lapisan ozon di angkasa, semua itu adalah kekayaan alam yang sangat luar biasa, jika dikelolah dengan benar maka bangsa ini akan hidup dengan makmur dan sejahtera, negara ini akan kuat dan tangguh, bangsa ini akan bermartabat dan disegani dimata dunia.
Semua anak bangsa mungkin tahu, warisan itu telah hilang dan dicuri dari mereka, didepan mata mereka dan di negeri mereka sendiri. Kini kekayaan itu bukan lagi milik mereka, pemerintah pun terdiam seribu bahaya, anak bangsa termenung dalam bingung, para pencuri tertawa riang dan gembira.
Anak bangsa mungkin belum tahu, kekayaan yang diwariskan kepada mereka tidak hanya sekedar tambang emas, juga bukan sekedar sumur minyak yang telah direbut itu. Masih ada kekayaan lain yang tak ternilai dan tak dapat diukur dengan rupiah yang nilainya turun naik mengikuti irama dollar. kekayaan itu tidak boleh hilang lagi dari mereka. Bukan karena dicuri atau direbut. Namun karena terkikisnya dan rusaknya moral anak bangsa.
Anak bangsa harus tahu, kekayaan itu adalah adalah karakter keramahan, kejujuran, sopan santun, semangat gotong royong dan semangat kerja keras. kita dahulu adalah orang yang ramah, keramahan kita terkenal seantero dunia, bahkan sejarah pun turut bercerita, bagaimana pelayar-pelayar cina dan arab mengagumi keramahan bangsa ini dan menceritakannya disetiap persinggahan kapal-kapal layar mereka. Kita juga adalah orang yang santun dalam bertutur kata, sopan dalam bersikap. Kekerasan dan permusuhan yang terjadi saat ini seharusnya membuat kita malu, karena itu bukan karakter kita sebagai bangsa indonesia.
Anak bangsa harus tahu, Dahulu kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Berbohong bukanlah cara kita dalam menjalani hidup, korupsi bukannlah cara kita dalam mencari sesuap nasi. Itu adalah aib yang harus kita singkirkan dari cara hidup kita karena kita adalah pewaris leluhur orang-orang yang jujur. gotong royong adalah cara kita dalam bermasyarakat. Ekonomi kita bahkan berbasis kerakyatan dengan semangat kekeluargaan.Yang kuat membantu yang lemah. Yang kaya menafkahi yang miskin. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Anak bangsa harus tahu, dahulu kita adalah pekerja keras. lelah dan letih adalah hal biasa bagi kita. Sejarah bahkan bercerita, bagaimana leluhur kita dengan segala keterbatasannya tetap bekerja keras hingga dapat membangun peradaban besar dan bermartabat ditengah kebarbaran dunia. sejarah juga bercerita, bagaimana para pelaut kita, dengan bermodalkan perahu pinisinya, menjelajahi samudera hingga mejangkau madagaskar. Sejarah juga bercerita bahwa para leluhur kita adalah petani-petani hebat, mampu menghidupi diri dan keluarga mereka dengan panen yang mereka hasilkan sendiri. Kemalasan seharusnya dapat kita hilangkan, kebodohan harusnya dapat kita atasi. Ketergantungan harus dapat kita ganti menjadi kemandirian Karena kita sejatinya membawa spirit orang-orang yang pekerja keras.
Itu adalah kekayaan-kekayaan karakter yang diwariskan kepada kita semua sebagai anak bangsa. Kita sudah sepatutnya menjaga, memlihara serta mengaktualisasikan karakter itu dalam kehidupan sehari-hari. Kekerasan yang sering kita tontonkan, korupsi yang tidak ada habisnya, kemiskinan yang semakin merajalela, serta kemalasan yang sering kita pelihara, harusnya kita hilangkan. Dengan begitu kita akan menjadi bangsa yang memiliki identitas. Bangsa yang disegani karena karakter yang melekat pada diri kita. Pada akhirnya kita dapat berbangga hati berdiri sebagai anak bangsa, anak bangsa indonesia.
Penulis : Hasran