KISAH PENCARI JIMAT Part 1 ( Tedy )

Hari-hari terasa muram. Sejak tak lagi bekerja, kini tak ada lagi kegiatan. Hingar yang bingar meraja. Tuk melamar kerja sudah terlalu tua, akhirnya jalanan jadi jalan pengharapan. Panas, amarah, pisau dan kepalan, ditangkap polisi bahkan kematian adalah bagian sehari-hari yang mesti dinikmati.

Kenekatan adalah pilihan. Jadi bajingan tuk makan. Maka demi bekal hidup di jalan, ku ikuti saran teman, katanya jika ingin punya ilmu Rawa rontek, aku harus menggali kuburan Mbah Jambrong dan mengggali kuburannya harus dengan tangan telanjang dan bugil ria di malam jumaat kliwon. Bau kemboja dan melati tak kuhiraukan. Rintik hujan tak kuperdulikan.

Di pekuburan yang jauh dari pemukiman. Ditengahnya terdapat makam Mbah Jambrong. Kuburan itu yang harus kubongkar. Secinduk dua cinduk. Kugali terus hingga ke dasar. Dan tiba-tiba mayat Mbah Jambrong bangun, matanya merah saga. Mulutnya berliur, menjijikan. Suaranya menggelegar.
“Kau bawa korek gak, sudah lama mbah gak ngerokok Bako Molè”.

Penulis : Tedy