Kurindu Gemercik Air

Ku rindu gemercik air
Mengaliri ruang batin
Sebab banyak orang pintar
Telah kehilangan nalar

Tiap kata dari dadanya serupa air bah
Melabrak segala karya pujangga lama
Padahal sajak yang ia cipta terasa aneh
Hingga aku lupa punya telinga

Aku tak bisa tidur semalam
Analisanya terlalu ngawur bila dibiarkan
Hanya
Bersama gemercik air basuhi wajah
Kusadar
Ia serupa suara yang di buang angin ke udara ..

( Maulana )