Mengecam Aksi Penyekapan Anggota HMI Tasikmalaya, Polisi Harus Lebih Baik dari Preman Jalanan

Ruwajurai.com, Jakarta – Sehari setelah terjadinya penyekapan anggota HMI Tasikmalaya oleh aparat keamanan, sabtu lalu (10/06). Menuai kritik keras dari pengurus besar HMI.

Arya Kharisma Hardy yang juga Wasekjend PB HMI asal Lampung mensangsingkan penyekapan yang terjadi akibat mengaspirasikan saat menunggu iring-iringan Jokowi sebelum tiba di tujuan pertama SMPN 2 Kota Tasik.

“Saya turut berduka melihat perilaku pihak kepolisian yang terlalu menuhankan Jokowi. Apapun alasannya, ini telah mencedarai demokrasi Indonesia” (11/06)

Arya menuturkan kembali, sebagai warga Indonesia perilaku pihak keamaanan tersebut mencerminkan premanisme terstruktur.

“Ini namanya premanisme terstruktur. Polisi harusnya sebagai pengaman masyarakat bukan individu tertentu saja. Dan jelas sekali harapan kita juga, Polisi harus lebih baik dari preman jalanan” tegas Arya.

Himbauan juga disampaikan untuk Kapolri Tito Karnavian agar mendidik anggotanya lebih beradab.

“Kapolri juga harus memikirkan untuk mendidik anggotanya agar beradab. Supaya tidak terjadi lagi penyekapan-penyekapan warga karena ingin mengaspirasikan suaranya”  Kata Arya.

Kronologis kejadian penyekapan anggota-anggota HMI Tasikmalaya terjadi saat sedang menunggu iring-iringan rombongan Presiden RI Jokowi di Jalan Otto Iskandar Dinata.

Fikri Zulfikar, koordinator lapangan aksia menerangkan bahwa dari pukul 07.00 massa aksi telah berkumpul dan selanjutnya melakukan orasi. Selang 15 menit, massa aksi dibubarkan paksa dan disekap di sekretariat Komisariat HMI.

“Kami diamankan di komisariat, disekap di dalam dikunciin tidak bisa keluar, karena kami hanya belasan orang, kami kalah jumlah,” ujarnya, dilansir di Republika.co.id

Rilis