Mengenal Pahlawan di uang logam keluaran 2016

I Gusti Ketut Pudja/ Ruwajurai,com

I Gusti Ketut Pudja/ Ruwajurai,com

1. I Gusti Ketut Pudja
lahir 19 Mei 1908 – meninggal 4 Mei 1977 pada umur 68 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia. Ia ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara).
I Gusti Ketut Pudja juga hadir dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Ia kemudian diangkat Soekarno sebagai Gubernur Sunda Kecil.[1] Pada tahun 2011, I Gusti Ketut Pudja ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional. Gambar I Gusti Ketut Pudja menghiasi uang rupiah baru logam pecahan Rp 1.000.

 

TB Simatupang / Ruwajurai.com

TB Simatupang / Ruwajurai.com


2. TB Simatupang
Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama TB Simatupang merupakan Letnan Jenderal TNI yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada 8 November 2013. Gambarnya menghiasi uang rupiah baru logam pecahan Rp 500.

 

Tjipto Mangunkusumo / Ruwajurai.com

Tjipto Mangunkusumo / Ruwajurai.com


3. Tjipto Mangunkusumo
Tjipto Mangunkusumo (Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara, dia dikenal sebagai Tiga Serangkai. Gambar Tjipto Mangunkusumo terpampang di uang rupiah baru logam pecahan Rp 200.

 

Prof. Dr. Ir. Herman Johannes / Ruwajurai.com

Prof. Dr. Ir. Herman Johannes / Ruwajurai.com


4. Herman Johannes
Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951)