Misteri Suku Bermata Biru Seperti Orang Bule di Pedalaman Indonesia

Suku Lingon, begitulah sebutannya.Suku ini adalah suku  yang memiliki mata biru dan merupakan Suku misterius pedalaman Halmahera ini memang masih menimbulkan banyak tanda tanya. Suku ini mendiami hutan pedalaman Halmahera Timur yang berada di Provinsi Maluku Utara. Mungkin kedengarannya hampir sama dengan keberadaan suku-suku pedalaman lain yang tinggal di hutan dan masih jauh dari kata modern.

Keberadaannya pun masih menjadi misteri karena suku ini diketahui masih suka berpindah tempat atau sudah mengenal sistem bertani dan bermukim. Belum banyak orang yang pernah bertemu dengan suku pedalaman ini. Karena hal itu, rasa penasaran begitu sering mencuat tentang suku ini untuk ditelisik lebih dalam.

Salah satu ciri yang membedakan Suku Lingon dengan suku lainnya adalah ciri-ciri fisiknya yang sama sekali berbeda dengan ciri-ciri fisik orang Asia Tenggara seperti kebanyakan orang Indonesia. Suku Lingon lebih mirip dengan perawakan orang Eropa dengan ras Kaukasoid. Masyarakat Suku Lingon memiliki ciri fisik seperti orang bule yaitu tubuhnya tinggi, kulit putih, rambut pirang dan mata yang berwarna biru.

e6b7b5556723d87520959bc3f623f229.jpg;,,jpg;3,480x

Misteri ciri fisik masyarakat Suku Lingon itulah yang menjadi banyak perbincangan dan penelitian lebih lanjut. Hal yang membuat Suku Lingon menjadi begitu tertutup adalah anggapan dari suku-suku lain bahwa Suku Lingon memiliki ilmu sihir yang lumayan mumpuni, hal itu juga yang membuat mereka disegani.

Menurut berbagai sumber Suku Lingon berasal dari sisa-sisa Bangsa Portugis yang bersembunyi ke dalam hutan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Namun sumber lain juga mengatakan bahwa Suku Lingon adalah para korban kapal yang karam di sekitar Halmahera 300 tahun yang lalu. Sebenarnya lebih masuk akal asal-usul kedua ya, karena memang ada bukti sejarahnya bahwa ada kapal karam di dekat situ ratusan tahun lalu.

Menurut cerita, suku Lingon sama sekali bukan merupakan suku yang ramah dan bisa beradaptasi dengan orang luar. Mereka cenderung agresif dan responsif. Hal itu mungkin dikarenakan ciri fisik mereka yang berbeda sehingga mereka harus diperlakukan secara tidak adil dengan suku lain setempat. Bahkan para wanita Suku Lingon sering diculik untuk diperistri atau dijadikan budak.

Mungkin karena mereka selalu bersikap defensif kepada orang luar dan selalu mencari cara agar kehidupannya tidak terusik, mereka jarang diketahui oleh banyak orang. Mungkin juga belum banyak orang yang pernah bertemu langsung dengan mereka. Bukan mustahil bahwa kedepannya masyarakat Suku Lingon bisa bermasyarakat denga suku lain. Sudah barang tentu hal itu dibutuhkan sosialisasi yang gak sehari dua hari. Kalau sudah bisa bersosialisasi dengan orang luar, bisa jadi kita bisa mengetahui secara pasti dari mana mereka berasal