Pada Akhirnya ( Karya: Tarsisius )

Langkahmu melintangi khatulistiwa
Menyayat sedikit buluh ekor garuda

Tak tampak raut bahagia wajah bibirmu
Pedih; sedu sedan meluber dalam cinta

Kau nyanyikan elegi pada raung kendaraan
Kau tepiskan kosongnya gerbong dengan cercaan

Biduan menggoda pejantan dengan goyang tak karuan
Keringat bercucuran; nafsu gila menerkam

Tak lagi ada selisih ketika jabatan jadi topangan
Telah lelah pertanyaan jadi kering kerontang; dibiarkan

Mungkin saja tangis akan menjadi banjir bandang
Dan, Suara teredam menjadi badai yang menerjang

Sorak-sorai akan berkumandang di atas gunung-gunung
Luka-luka akan menjadi laut berdarah; pada akhirnya

Pilihan memilih-milih kepentingan menindas kemiskinan
Dalam urat pidato bersahaja ada dusta memekik bahagia

Kau pun tersisa dalam kegilaan; tersiksa pada kenyataan
Kau hempaskan tubuhmu ke neraka jahanam

Karya: Tarsisius Ramto Idong

Karya: Tarsisius Ramto Idong