Para Sipil Pembela, dari Masa ke Masa

Ruwajurai.com – Dulu, saat SBY menaikkan harga kebutuhan dan layanan publik, seperti lazimnya, kritik publik menghujan, terutama dari kalangan sipil non-simpatisan Presiden keenam itu. dan, seperti biasa, simpatisan SBY saat itu akan membentengi tuannya tersebut dengan serangkaian pembelaan. Tentu kita masih ingat sibuknya orang seperti Andi Arief dkk dulu membuat cuitan setiap pagi, siang, dan sore untuk meng-counter para pengritik SBY.

Dengan menyala-nyala dia akan menjelaskan betapa rasional dan masuk akalnya kebijakan kenaikan kebutuhan dan tarif layanan publik dari SBY. Kini, sebagian pengritik SBY itu bermutasi sebagai pembela Jokowi, terutama saat pemerintah saat ini menaikkan tarif layanan dan kebutuhan publik. Mereka ini para simpatisan dan pendukung Jokowi, dan setiap saat siap membentengi tuannya itu dari kritik dengan melakukan serangkaian pembelaan.

Sama dengan Andi Arief dkk dahulu, para pembela Jokowi ini tak kalah galaknya membela tuannya. Termasuk, misalnya, menghardik adik-adik mahasiswa yang hendak demo menolak kenaikan harga. Kini, sama dengan Andi cs dulu, para pembela ini mati-matian menjelaskan betapa luhur dan rasional maksud kebijakan dari tuannya. Ditarik agak jauh ke belakang, pada masa pergolakan reformasi, saat gelombang demonstrasi mahasiswa setiap hari terjadi di mana-mana, para pembela Soeharto pun sebenarnya tak pernah diam. Mereka bukan militer.

Sama dengan orang-orang yang saat itu melawan Soeharto, mereka juga sipil. Saya masih ingat, sekitar akhir 1997 dan awal 1998, di Surabaya, pada hari-hari yang disesaki oleh maraknya demo turunkan harga barang dan teriakkan reformasi, ratusan pemuda dengan raut muka canggung, berdemonstrasi mendukung Soeharto dan meminta pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang mengganggu jalannya pembangunan, termasuk para penuntut reformasi.

Ada yang berbendara FKPPI, PP, dan adapula organisasi pelajar dan mahasiswa Islam. Saya hanya ingin mengatakan beberapa hal. Pertama, setiap pemerintahan cenderung menaikkan harga kebutuhan dan tarif layanan publik. Kedua, setiap pemerintahan punya alasan atas kebijakan tersebut, yang bagi barisan pendukungnya alasan-alasan itu sangat rasional. Ketiga, selalu akan ada keberatan dari banyak elemen masyarakat atas kebijakan kenaikan, apapun alasannya.

Terutama karena menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari. Keempat, setiap pemerintahan punya hamba penjaganya sendiri-sendiri. Mereka bukan militer, tapi juga sama-sama sipil. Kelima, pembela seringkali terlihat lebih galak dari tuannya. Keenam, semua ini menunjukkan kita konsisten. Saling meniru dari masa ke masa…

Penulis : Muhamad Burhanudin