Rindu

Lekang waktu meledakkan cerita
Menumpahkan Keping-keping kebersamaan
Menarik bongkah rindu lama

Masih membayang sakitnya dilahap
Runcing belati di punggung baru
Sakit itu ditahan dan tak disebarkan
karena cinta melebihi segalanya

Saat sepi, saat sendiri
Rindu Keluar melalui pori-pori
Bersatu dengan uap kopi robusta
Sehingga udara berharum asam

Ditangkap kelopak mawar dan cicak
Sebagai santap malam
Rasa nikmat menjalar menyesakkan dada

Waktu menyudutkan rasa rindu menekannya
Hingga suara teredam di langit Biru

 Tarsisius / Rindu

Tarsisius / Rindu

Penulis : Tarsisius