Sepasang Mata Senja

Membaca rindu dibarisan gurat wajah,
ada garam kehidupan
ada perjalanan yang penuh kekuatan
.
Membaca lekuk serta kelokannya
ada ruang-ruang yang tersimpan rapi
walau terkadang perih garam menghiasi
walau kerap pula mengkristal putih mewakili makhkota
.
Selalu saja setiap alur gurat
ada bening dan keruh bertarung
saling berlomba memenangi negeri senja
.
Tuhan Maha dari segalanya
menuangkan proses
meletakkan batu uji
.
Mata-mata senja
sepasang saling sulang,
memangku,
menelusuri setiap makna
menjabarkan tanpa menyakiti kata
.
Negeri Senja,
tanah lapang mengering daun
gelap sebentar kan memayung
.
Bersabarlah,
rumput selalu menanti embun damai esok hari
bersama kabar hangat yang ikhlas

( TYO )