Watu Tugu : Penanda Batas wilayah Kerajaan Pasundan dan Majapahit

Watu Tugu “Penanda Batas wilayah Kerajaan Pasudan dan Majapahit” yang ada di Tugurejo Semarang, Orang semarang sudah terlanjur menyebut Watu Tugu sebagai Candi Tugu. Padahal Candi Tugu yang ada sekarang adalah bangunan tahun 80~an.

Menelisik kontur pesisir Semarang pada zamannya Sampoo Kong (Yang pernah menjadi tempat persinggahan Laksamana Besar Cheng Ho dari Dinasti Ming) dengan dibangunnya Klenteng di Gedung Batu yang konon juga merupakan dermaga tempat pemberhentian kapal dari Cina pada waktu itu. Maka garis pantai kota Semarang pada zamannya adalah menjorok beberapa kilo dari garis pantai sekarang.

Jika ini benar maka, keberadaan Watu Tugu merupakan bukit paling dekat dengan pantai laut Jawa saat itu. Asumsi-asumsi ini akan semakin menguatkan kebenaran dari cerita masyarakat Tugu, yaitu wilayah Tugurejo sebagai bagian dari dermaga pelayaran zaman dahulu, tidak sekedar tapal batas dua kerajaan besar.

Posisi Candi Tugu ini tepatnya berada di Jalan Mangkang KM 11, sekitar 2 km dari kampus IAIN Walisongo, atau sekitar 800 meter dari RSUD Tugurejo. Lokasi Candi Tugu ini sepertinya tak diketahui oleh banyak wisatawan luar.

Karena memang lokasinya yang jauh dari perkotaan, dan tidak memiliki akses masuk seperti pada lokasi-lokasi wisata di Semarang pada umumnya. Untuk menuju lokasi Candi Tugu ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Dan tidak ada tiket masuk atau tidak dipungut biaya sama sekali. Namun terkadang juga ditemukan oknum yang meminta uang keamanan atau parkir kendaraan di sekitar lokasi.

Sekarang keberadaan Candi Tugu ini terancam ambruk karena masih berlangsung galian disekitarnya. Adakah di sini yang pernah mengunjungi Candi yang pernah menjadi sejarah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Pasundan ini ?