Tulang Bawang Barat– Rancangkan tumbuhkan kembali Ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, komisi II bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat, Hanifal terjun langsung adakan sosialisasi pembinaan.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di Tiyuh (Desa) Karta Sari, tepatnya di Rukun Kampung (RK) 01 (Rukun Tetangga) RT 2 Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Dikatakan Hanifal, bahwa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menyampaikan nilai-nilai ideologi negara kepada masyarakat.
Hal ini dinilai penting, mengingat hasil survei Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menunjukkan adanya penurunan pemahaman masyarakat terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila, seperti semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Nilai-nilai seperti kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga dan ditanamkan,” ungkapnya pada saat diwawancara wartawan ruwajurai.com, Rabu 29 April 2026 Pukul 11.37 WIB.
Lebih lanjut, menurut Hanifal, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan pemahaman siswa terhadap Pancasila, baik dari sisi hafalan maupun penghayatan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah berencana mengembalikan penguatan pendidikan Pancasila sebagai bagian penting dalam kurikulum sekolah.
“Ke depan, materi terkait Pancasila akan kembali diterapkan secara lebih terstruktur di sekolah. Saat ini, masih banyak siswa yang belum memahami secara utuh, bahkan untuk menyebutkan lima sila saja masih keliru,” jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, penguatan pendidikan moral Pancasila akan diterapkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain itu, materi pembelajaran juga akan mencakup pemahaman budaya serta sejarah bangsa sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Hanifal mengungkapkan, bahwa program tersebut telah dibahas di tingkat pusat dan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ideologi bangsa di tengah perkembangan zaman.
Dirinya berharap, dengan penguatan kembali pendidikan Pancasila di sekolah serta sosialisasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat, pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa dapat meningkat, sehingga mampu menjaga persatuan dan kesatuan di masa mendatang. (Aldo).












