DAERAH

Pemkab Tubaba Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat, Tunggu Survei Lokasi KemenPUPR

×

Pemkab Tubaba Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat, Tunggu Survei Lokasi KemenPUPR

Share this article

Tulang Bawang Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Hingga awal 2026, pemerintah daerah masih menunggu kedatangan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk melakukan survei lokasi pembangunan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Tubaba, Eri Budi Santoso, mengatakan koordinasi dengan pihak kementerian telah dilakukan, namun jadwal pasti survei lapangan belum ditetapkan.

“Untuk saat ini kami masih menunggu tim dari KemenPUPR turun ke lokasi. Koordinasi sudah berjalan, hanya saja jadwal surveinya belum ditentukan,” ujar Eri saat ditemui media di ruang kerjanya, Senin (05/01/2026).

Menurutnya, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tetap mengacu pada rencana awal yang telah dipublish sejak November 2025, yakni berada di kawasan samping Perpustakaan Daerah (Pusda) Tubaba. Pemerintah daerah menyiapkan total lahan seluas 9,4 hektar, dengan rincian sekitar 8 hektar dialokasikan khusus untuk Sekolah Rakyat, sementara 1,4 hektar lainnya diperuntukkan bagi pengembangan Universitas Lampung (UNILA).

“Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan berstandar tinggi yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” terangnya.

Konsep Sekolah Rakyat akan mengusung sistem pendidikan terintegrasi, mulai dari asrama, penyediaan makanan bergizi, fasilitas olahraga yang memadai, sehingga model pembelajaran unggulan dengan standar internasional.

“Adapun sasaran peserta didik akan diverifikasi secara ketat melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna memastikan program tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah menargetkan pada tahun 2026 pembangunan Sekolah Rakyat mulai menunjukkan progres nyata. Tahapan awal akan dimulai dengan survei lokasi oleh KemenPUPR, dilanjutkan pemetaan teknis sebagai dasar perencanaan pembangunan fisik,” tuturnya.

Eri menegaskan, hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam perencanaan proyek tersebut.

“Satu-satunya yang masih kami tunggu adalah penetapan jadwal survei dari KemenPUPR sebagai pintu masuk tahapan awal pembangunan,” ungkapnya.

Eri juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat di Tubaba direncanakan mencakup jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Tubaba yang unggul, berdaya saing, dan memiliki akses pendidikan setara tanpa terkendala latar belakang ekonomi,” pungkasnya. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *