DAERAH

Penduduk Tubaba Naik 0,2 Persen pada 2025, TBT Jadi Penyumbang Terbesar

×

Penduduk Tubaba Naik 0,2 Persen pada 2025, TBT Jadi Penyumbang Terbesar

Share this article

Tulang Bawang Barat – Angka kependudukan di tahun 2025 yang berada di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengalami peningkatan mencapai 0,2 %.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Pendi Hasari, pada saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya. Selasa (06/01/2026).

Dikatakan Pendi, untuk jumlah angka penduduk di tubaba mengalami peningkatan mencapai persentase 0,2 % dari tahun sebelumnya yang dihitung sejak Januari sampai Juni 2025 per semester 1 dikarenakan untuk semester 2 data baru akan terbit di akhir Januari 2026.

Adapun rincian total data kependudukan dari tahun 2024 semester 2 dan tahun 2025 semester 1 yakni :

Total Tahun 2024 semester 2 : 312.516
Tulang Bawang Tengah : 93.527
Tumijajar : 48.990
Tulang Bawang Udik : 35.961
Gunung terang : 21.328
Gunung agung : 36.284
Way kenanga : 25.433
Lambu kibang : 24.936
Pagar dewa : 7.720
Batu putih : 18.337

Total Tahun 2025 semester 1 : 313.193
Tulang Bawang Tengah : 93.574
Tumijajar : 49.153
Tulang Bawang Udik : 36.075
Gunung terang : 21.409
Gunung agung : 36.389
Way kenanga : 25.548
Lambu kibang : 24.964
Pagar dewa : 7.692
Batu putih : 18.389

“Untuk peningkatan penduduk mengalami peningkatan yang merata. Namun, yang sangat signifikan mengalami peningkatan di kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT) dikarenakan dari 9 kecamatan warga yang paling banyak di kecamatan tersebut. Akan tetapi, untuk penurunan penduduk berada di kecamatan Pagar dewa,” terangnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan, bahwasanya target di tahun 2026 ini pihaknya akan terus fokus lakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan peningkatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Jadi karena peningkatan di tahun sebelumnya baru mencapai 0,2 %, pihaknya akan terus melakukan jemput bola secara berkesinambungan berharap dengan melaksanakan secara rutin akan meningkat secara signifikan untuk di Tahun 2026,” jelasnya.

Sementara itu, adapun untuk kendala dari melakukan kegiatan jemput bola dalam proses perekaman KTP mengalami kendala pada alat yang dipakai. Dikarenakan pada saat ini alat yang digunakan merupakan milik Provinsi Lampung yang dipinjam oleh Tubaba. Sementara, alat yang dimiliki Tubaba sendiri hanya satu dan dipakai di Mal Pelayanan Publik (MPP)

“Untuk itu kami berharap, kedepannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba dapat menambah alat untuk melakukan jemput bola pada saat perekaman KTP minimal menambah dua alat dikarenakan alat milik provinsi ini bisa diambil kapan saja kami tidak tahu,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan selain dari alat terdapat kendala lainnya yakni Kendala kendaraan (transportasi) dikarenakan untuk saat ini pihaknya baru memiliki satu kendaraan saja jadi ketika ada permintaan lebih dari satu tempat pihaknya akan pindah tempat secara bergilir.

“Kami juga berharap, dengan adanya penambahan untuk kendaraan dikarenakan jika ada kendaraan lebih dari satu kita bisa menjalankan jemput bola secara sekaligus,” tuturnya.

Adapun, untuk kendala di masyarakat ini tidak semuanya berdomisili di kabupaten Tubaba, banyak juga warga Tubaba yang menginjak usia 17 tahun tapi tidak tinggal di tubaba ada yang berkuliah di luar kabupaten Tubaba dan ada juga yang bekerja di luar kabupaten Tubaba. “Untuk mengatasinya itu kami memerlukan antusias masyarakat itu sendiri dikarenakan mereka dapat melakukan perekaman di luar daerah namun data nya kependudukan masih Tubaba,” tutupnya. (Aldo).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *