TULANG BAWANG BARAT— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat pelayanan administrasi kependudukan melalui program Jemput Bola (JEMBOL) dengan menggandeng berbagai pihak lintas sektor.
Melalui berbagai program inovatif, instansi yang dipimpin oleh Mansyur Yusuf, SE.,MM., ini berkomitmen membawa layanan administrasi kependudukan (Adminduk) langsung ke tengah masyarakat.
Program ini memangkas jarak fisik bagi warga, sehingga pengurusan KTP-el dan dokumen penting lainnya kini bisa diselesaikan cukup di kantor kecamatan setempat tanpa perlu menuju kantor Mall Pelayanan Publik (MPP).
Dikatakan Kepala Disdukcapil Tubaba, Mansyur, yang di wakili Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Pendi Hasari, menerangkan bahwasanya dokumen kependudukan menjadi bagian penting dalam mendukung akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik dan kesejahteraan sosial.
“Dokumen kependudukan adalah gerbang awal menuju kesejahteraan. Kami memastikan seluruh pelayanan adminduk diproses cepat, mudah, dan 100 persen gratis,” ujar Pendi pada saat dikonfirmasi wartawan ruwajurai.com di ruang kerjanya. Selasa (26/05/2026) Pukul 10.09 WIB.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan program kegiatan jembol ini dilakukan dengan cara saling berkolaborasi melalui kegiatan Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba, kegiatan Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Camat dan Kepala Tiyuh (Desa).
Selain itu, ia menambahkan, apabila ada warga atau masyarakat khususnya untuk para lansia maupun disabilitas, agar pihak keluarga nya yang masih sehat dapat memberikan surat permintaan kepada pihak nya untuk melakukan jembol baik perekaman e-KTP maupun berkas dokumen lainnya.
“Jadi, untuk masyarakat meskipun hanya satu orang yang keluarganya yang ingin dilakukan perekaman e-KTP maupun pembuatan dokumen lainnya, dapat datang memberikan surat permintaan yang diajukan ke Disdukcapil atau ke Aparatur Tiyuh yang bahwasanya telah memasuki lanjut usia (lansia) maupun Disabilitas dapat dilakukan jembol baik secara dor to dor maupun di balai tiyuh,” jelasnya.
Adapun, kendala dalam melakukan kegiatan jembol yakni sangat membutuhkan kendaraan roda empat untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kami terkendala pada kendaraan roda empat, kami sangat membutuhkan sekali untuk melakukan kegiatan jembol ini, dikarenakan pihak kami pernah dikasih kendaraan mobil dinas namun ditarik kembali oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat, terus terang kami saat ini melakukan kegiatan jembol ini menggunakan kendaraan pribadi kami sendiri,” cetusnya.
Disdukcapil Tubaba berkomitmen terus mengembangkan program jemput bola sebagai upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Tubaba.
Dirinya berharap, “Harapan kami, sangat berharap sekali kepada pemerintah daerah dapat mendukung program ini dengan memberikan satu unit kendaraan untuk melaksanakan pelayanan administrasi kependudukan melalui pelaksanaan program jembol,” tutupnya. (Aldo)












