DAERAH

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

×

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

Share this article

BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penguatan hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Lampung, Kajian Fiskal Regional (KFR), serta Kinerja Sektor Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester II 2026 di Ballroom Novotel Bandarlampung, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Hilirisasi Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”.

Gubernur Mirza menjelaskan, pembangunan ekonomi harus berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, yang mengamanatkan perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan serta pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya angka pertumbuhan. Yang juga penting adalah bagaimana hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah pusat melalui Asta Cita menekankan penguatan ekonomi dari bawah, termasuk melalui pengembangan ekonomi desa dan koperasi.

Pendekatan ini perlu diterapkan dengan menghubungkan kegiatan produksi, pengolahan, hingga pemasaran agar masyarakat memperoleh manfaat lebih besar dari potensi ekonomi daerah.

Ia menyoroti kondisi ketika desa menjadi penghasil komoditas, tetapi sebagian besar nilai tambah justru dinikmati di perkotaan.

“Kita memiliki desa-desa yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan, tetapi hasil produksinya masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah. Akibatnya, nilai tambah lebih banyak dinikmati di tempat pengolahan dan pemasaran, sementara petani sebagai produsen belum memperoleh manfaat yang optimal,” kata Gubernur.

Karena itu, ia mendorong penguatan ekonomi dari bawah atau bottom-up economy, dengan menempatkan masyarakat dan desa sebagai bagian penting dalam rantai produksi hingga pengolahan komoditas.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian. Komoditas unggulan Lampung meliputi padi, jagung, ubi kayu, kopi, lada, nanas, dan pisang.

Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat industri pengolahan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sebesar 5,29 persen atau menempati peringkat kedua di Pulau Sumatera. Sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Lampung akan memfokuskan upaya pada peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan pariwisata, dan penguatan hilirisasi komoditas unggulan.

“Untuk pertanian, tahun ini kita lebih fokus pada peningkatan produktivitas. Jadi, harganya bagus dan produktivitasnya juga tinggi, itu akan menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur Mirza.

Selain pertanian, Pemprov Lampung juga mendorong pembenahan sektor pariwisata agar mampu meningkatkan daya tarik daerah dan membuat wisatawan tinggal lebih lama di Lampung.

Di sektor hilirisasi, Gubernur menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan pengolahan komoditas di daerah penghasil.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Pemprov Lampung juga mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Selain mendukung penggunaan alsintan, skema tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membangun unit pengolahan skala kecil di desa.

“UMKM kita buat pabrik-pabrik mini, seperti penggilingan padi mini dan roaster kopi mini. Yang kecil-kecil, tetapi ada di desa-desa,” jelasnya.

Menurut Gubernur, pengembangan usaha pengolahan skala kecil tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa.

Masyarakat tidak hanya menjual hasil panen sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki kesempatan mengolahnya menjadi produk setengah jadi atau produk jadi sehingga nilai tambah dan peluang usaha dapat berkembang di tingkat lokal.

Melalui program Desaku Maju, dukungan penguatan ekonomi desa mencakup penyediaan pupuk hayati cair (PHC), mesin bed-dryer untuk pengeringan hasil pertanian, pelatihan vokasi bagi penduduk desa usia produktif, penguatan kelembagaan ekonomi melalui BUMDes dan koperasi, serta dukungan pembangunan jalan desa.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki mutu hasil pertanian, memperkuat kelembagaan ekonomi, dan memperlancar distribusi komoditas.

Pengembangan ekonomi desa juga perlu diselaraskan dengan program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Keterhubungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi hasil produksi masyarakat, membuat rantai perdagangan lebih efisien, serta memperkuat perputaran ekonomi di desa.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan hilirisasi. Ketersediaan bahan baku, infrastruktur, dan investasi perlu diimbangi dengan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

“Semua hilirisasi tidak akan berjalan tanpa adanya SDM yang terampil,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, media, serta masyarakat diperlukan untuk menyelaraskan prioritas pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan secara luas.

“Mari kita bergerak bersama secara gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan seluruh masyarakat untuk memperkuat ekonomi Provinsi Lampung demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *